MONITORING KJP DAN 8355 DALAM PENERAPAN CHARACTER BUILDING PROFESSIONAL DEVELOPMENT BERSAMA TEACH FOR INDONESIA
Kelas : LE01
Dosen : Lelo Yosep Laurentius, S. S, M. M.
Waktu : Rabu, 28 Oktober 2015
Pukul : 11.20 – 12.30
Lokasi : SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG
PIC : Pak Asep Dudung
Tim yang hadir:
Ketua: Agustinus Kevin Pongoh (1701312880)
Anggota:
- Riyn Winesdyo Winarko (1701292866)
- Ayu Nastiti S (1701306801)
- Martinus (1701292102)
- Dirga Sulinanda (1701291415)
- Surja Agatha (1701295517)
- Ricky Sutanto (1701314583)
Tim yang tidak hadir: –

Dari kiri ke kanan :
Riyn Winesdyo (foto terpotong karena selfie), Ayu Nastiti, Martinus, Dirga Sulinanda
Belakang Ayu Nastiti : Surja Agatha
Belakang Dirga Sulinanda : Ricky Susanto(Kiri),Agustinus Kevin Pongoh(Kanan)
Laporan Kegiatan
Dalam hubungan dengan teknologi informasi, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, yaitu software komputer, sistem jaringan, dan hardware komputer. Software meliputi sarana-sarana seperti perangkat lunak OS dan aplikasi pengolah data. Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar satu dengan yang lainnya. Hardware disini adalah CPU (Central Processing Unit). Dalam hubungan ini, tentu tantangan etis yang paling menonjol adalah privasi.. Privasi merupakan bagian dari natural right, sehingga harus mempertimbangkan informed consent. Ini berarti semakin majunya hubungan teknologi informasi, kita juga harus memperhatikan privasi, baik privasi diri sendiri, maupun privasi dari orang lain. Data orang lain yang ada pada kita tidak boleh disebarkan atau diberikan ke orang lain begitu saja, harus ada tanggung jawab sebagai pemegang kepercayaan data privasinya.
Dua hari sebelum kegiatan, kami menghubungi Pak Asep untuk berkoordinasi mengenai kegiatan monitoring ini. Karena saat izin dengan kepala sekolah SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG kami diberi syarat yaitu tidak boleh mengganggu proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), maka kami mengajukan untuk melakukannya saat istirahat siang. Dari informasi yang kami dapatkan saat itu, istirahat siang adalah pada jam 11.30. Saat datang, yaitu pada jam 11.20, setelah menemui Pak Asep, kami baru mengetahui ternyata pada jam tersebut sudah jam pulang, sehingga Pak Asep buru-buru menghentikan siswa KJP yang akan pulang. Kami baru bisa menemui total 22 siswa-siswi KJP. Karena jam pulang, maka kami dituntut cepat untuk melakukan monitoring ini, maka kelompok dibagi menjadi 4, yaitu 3 tim 2 orang dan 1 tim 1 orang. Kami diberi ruangan di salah satu ruangan kelas, dan wawancara setiap siswa dengan terpisah. Hasilnya cukup baik dan cepat, meskipun membutuhkan waktu cukup lama (30 menit). Setelah selesai monitoring kami memberi snack ke siswa-siswi yang diwawancara. Setelah selesai, kami langsung melaksanakan tugas untuk melakukan validasi data 8355 dan validasi pendidikan, sehingga tim dibagi menjadi 2, 1 tim 5 orang untuk 8355 dan 1 tim 2 orang untuk validasi pendidikan. Pak Asep sangat membantu dalam memberikan data-data yang kami perlukan.
Untuk tingkat kinerja kelompok, semua anggota menyelesaikan tugas dengan sangat baik dan bersemangat. Semua sama dalam hal kedisiplinan waktu, inisiatif, ide, efisiensi kerja. Masukan dari kelompok untuk melakukan cross-check informasi sebelum memulai kegiatan lain kali. Dari pihak sekolah menilai kinerja sudah cukup baik, semua bekerja, dan menjaga sopan-santun.
FORM EVALUASI
HASIL KEGIATAN
Berikut ini kami sertakan hasil kegiatan, berupa beberapa screenshot sebagai bukti telah melakukan input ke online form berdasarkan data yang dikumpulkan :
1. Monitoring KJP Siswa
2. Validasi Pendidikan
3. 8355 (Ada di sekolah tidak ada di dinas)
KESIMPULAN
Dari kegiatan pada hari ini, disimpulkan bahwa komunikasi sangat penting, dan jaringan telah mempermudah untuk menemukan informasi. Maka dari itu, sangatlah penting bagi kita untuk menjaga privasi data, seperti data monitoring KJP, agar tidak jatuh kepada pihak-pihak yang ingin menyalahgunakan data tersebut. Miskomunikasi akan membawa masalah, sehingga harus di cross-check setiap kali mendapatkan informasi.
Dari hasil sementara ini, disimpulkan bahwa siswa-siswi SD yang memiliki KJP cukup mengetahui mengenai distribusi KJP (terutama dikarenakan kebanyakan orang tua yang mengurus), cukup mengetahui penggunaan KJP, dan data asetnya sesuai dengan syarat penerima KJP.
Dalam 8355, terdapat 1 siswa yang namanya ada di sekolah namun tidak ada di data dinas, hal ini dikarenakan data dari dinas adalah data siswa baru, sedangkan siswa ini tidak naik kelas, sehingga datanya ada di sekolah namun tidak terdapat di data dinas.
KEGIATAN SELANJUTNYA
Hal yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan monitoring KJP untuk data yang kurang (8 anak) dan monitoring KJP sekolah.
INFORMASI JUMLAH PESERTA
Jumlah peserta : 7 anggota kelompok beserta 22 siswa-siswi dari SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG









