CB 4 Professional Development – Day 4

MONITORING KJP DAN 8355 DALAM PENERAPAN CHARACTER BUILDING PROFESSIONAL DEVELOPMENT BERSAMA TEACH FOR INDONESIA

logo-binus

11425145_1111913795492247_3367773743314813042_n

Kelas : LE01
Dosen : Lelo Yosep Laurentius, S. S, M. M.
Waktu : Jumat, 30 Oktober 2015
Pukul : 09.00 – 10.00
Lokasi : SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG
PIC : Pak Asep Dudung

Tim yang hadir:
Ketua: Agustinus Kevin Pongoh (1701312880)
Anggota:

  1. Riyn Winesdyo Winarko (1701292866)
  2. Ayu Nastiti S (1701306801)
  3. Martinus (1701292102)
  4. Dirga Sulinanda (1701291415)
  5. Surja Agatha (1701295517)
  6. Ricky Sutanto (1701314583)

Tim yang tidak hadir: 

1449668123687

Dari kiri ke kanan :

Martinus, Ayu Nastiti, Riyn Winesdyo, Agustinus Kevin Pongoh, Pak Asep Dudung, Ricky Susanto, Dirga Sulinanda, Surja Agatha

Laporan Kegiatan

Hak – hak konsumen adalah hak atas keamanan, hak atas informasi, hak untuk memilih, dan hak untuk didengar. Sementara teori perlindungan konsumen ada beberapa, diantaranya adalah teori kontrak (kewajiban untuk memenuhi, kewajiban untuk mengungkapkan, kewajiban untuk tidak disalahartikan, kewajiban untuk tidak memaksa), due care theory, dan social cost view of the manufacturer’s duties. Konsumen di Indonesia juga dilindungi oleh undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, yang mengatur hak dan kewajiban baik konsumen maupun pedagang. Intinya adalah bagaimana konsumen dan produsen melakukan transaksi secara aman, tanpa ada satu pihak yang dirugikan oleh pihak yang lain. Disini terlihat juga, bahwa hak selalu diikuti oleh kewajiban. Untuk mendapatkan hak, perlu juga menjalankan kewajiban yang ditugaskan.

Setelah kegiatan ketiga pada hari rabu (28 Oktober 2015) berakhir, sebelum kami pulang, kami minta izin untuk melakukan kegiatan pada hari jumat ini untuk mendapatkan data yang kurang dari monitoring KJP, yaitu 8 data siswa-siswi dan monitoring KJP pihak sekolah. Kami datang pada jam 09.00, lalu langsung menemui Pak Asep. Oleh Pak Asep, kami ditempatkan di laboratorium komputer untuk mewawancarai 8 anak. Meskipun sedikit, pembagian kelompok tetap menjadi 4, yaitu 6 orang (2 orang per tim) mewawancarai siswa, 1 orang mewawancarai Pak Asep untuk monitoring KJP sekolah. Setelah kegiatan berakhir, kami berbincang-bincang sebentar dengan Pak Asep mengenai program KJP ini, lalu berfoto bersama.

Untuk tingkat kinerja kelompok, pada hari ini semua anggota bersemangat meskipun pekerjaannya tinggal sedikit. Semua anggota bekerja sama untuk saling cek data KJP agar tidak terjadi kesalahan. Dari pihak sekolah menilai kelompok kami kinerjanya sudah cukup baik.

FORM EVALUASI

Jpeg

Jpeg

HASIL KEGIATAN

Berikut ini kami sertakan hasil kegiatan, berupa beberapa screenshot sebagai bukti telah melakukan input ke online form berdasarkan data yang dikumpulkan :

  KJP SD 4 KJP SD 5 KJP SD 6

KJP sekolah SD 2 KJP sekolah SD 3 KJP sekolah SD 1

KESIMPULAN

Kita memiliki hak untuk mendapatkan data dari sekolah, dan harus menjalankan kewajiban yaitu aktif dalam mencari data dan menjaga keamanan data, karena sekolah telah mempercayakan data itu pada kita, tentu tidak boleh disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Sekolah juga berhak mengetahui data hasil olahan kami untuk mencegah kesalahan dalam pengolahan data, dan sebagai catatan di sekolah untuk kegiatan dikemudian hari.

Dari hasil hari ini, disimpulkan bahwa siswa-siswi SD yang memiliki KJP cukup mengetahui mengenai distribusi KJP (terutama dikarenakan kebanyakan orang tua yang mengurus), cukup mengetahui penggunaan KJP, dan data asetnya sesuai dengan syarat penerima KJP. Sekolah juga sudah menggunakan prosedur standar dalam menangani KJP, melakukan distribusi, memahami penggunaan KJP, dan sudah terbukti memiliki arsip struk.

KEGIATAN SELANJUTNYA

Kegiatan sudah selesai.

INFORMASI JUMLAH PESERTA

Jumlah peserta : 7 anggota kelompok beserta 8 siswa-siswi dari SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG dan 1 orang dari pihak sekolah yaitu Pak Asep Dudung sebagai Operator KJP.

CB 4 Professional Development – Day 3

MONITORING KJP DAN 8355 DALAM PENERAPAN CHARACTER BUILDING PROFESSIONAL DEVELOPMENT BERSAMA TEACH FOR INDONESIA

logo-binus

11425145_1111913795492247_3367773743314813042_n

Kelas : LE01
Dosen : Lelo Yosep Laurentius, S. S, M. M.
Waktu : Rabu, 28 Oktober 2015
Pukul : 11.20 – 12.30
Lokasi : SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG
PIC : Pak Asep Dudung

Tim yang hadir:
Ketua: Agustinus Kevin Pongoh (1701312880)
Anggota:

  1. Riyn Winesdyo Winarko (1701292866)
  2. Ayu Nastiti S (1701306801)
  3. Martinus (1701292102)
  4. Dirga Sulinanda (1701291415)
  5. Surja Agatha (1701295517)
  6. Ricky Sutanto (1701314583)

Tim yang tidak hadir: 

1449660807701
Dari kiri ke kanan :
Riyn Winesdyo (foto terpotong karena selfie), Ayu Nastiti, Martinus, Dirga Sulinanda

Belakang Ayu Nastiti : Surja Agatha

Belakang Dirga Sulinanda : Ricky Susanto(Kiri),Agustinus Kevin Pongoh(Kanan)

Laporan Kegiatan

Dalam hubungan dengan teknologi informasi, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, yaitu software komputer, sistem jaringan, dan hardware komputer. Software meliputi sarana-sarana seperti perangkat lunak OS dan aplikasi pengolah data. Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar satu dengan yang lainnya. Hardware disini adalah CPU (Central Processing Unit). Dalam hubungan ini, tentu tantangan etis yang paling menonjol adalah privasi.. Privasi merupakan bagian dari natural right, sehingga harus mempertimbangkan informed consent. Ini berarti semakin majunya hubungan teknologi informasi, kita juga harus memperhatikan privasi, baik privasi diri sendiri, maupun privasi dari orang lain. Data orang lain yang ada pada kita tidak boleh disebarkan atau diberikan ke orang lain begitu saja, harus ada tanggung jawab sebagai pemegang kepercayaan data privasinya.

Dua hari sebelum kegiatan, kami menghubungi Pak Asep untuk berkoordinasi mengenai kegiatan monitoring ini. Karena saat izin dengan kepala sekolah SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG kami diberi syarat yaitu tidak boleh mengganggu proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), maka kami mengajukan untuk melakukannya saat istirahat siang. Dari informasi yang kami dapatkan saat itu, istirahat siang adalah pada jam 11.30. Saat datang, yaitu pada jam 11.20, setelah menemui Pak Asep, kami baru mengetahui ternyata pada jam tersebut sudah jam pulang, sehingga Pak Asep buru-buru menghentikan siswa KJP yang akan pulang. Kami baru bisa menemui total 22 siswa-siswi KJP. Karena jam pulang, maka kami dituntut cepat untuk melakukan monitoring ini, maka kelompok dibagi menjadi 4, yaitu 3 tim 2 orang dan 1 tim 1 orang. Kami diberi ruangan di salah satu ruangan kelas, dan wawancara setiap siswa dengan terpisah. Hasilnya cukup baik dan cepat, meskipun membutuhkan waktu cukup lama (30 menit). Setelah selesai monitoring kami memberi snack ke siswa-siswi yang diwawancara. Setelah selesai, kami langsung melaksanakan tugas untuk melakukan validasi data 8355 dan validasi pendidikan, sehingga tim dibagi menjadi 2, 1 tim 5 orang untuk 8355 dan 1 tim 2 orang untuk validasi pendidikan. Pak Asep sangat membantu dalam memberikan data-data yang kami perlukan.

Untuk tingkat kinerja kelompok, semua anggota menyelesaikan tugas dengan sangat baik dan bersemangat. Semua sama dalam hal kedisiplinan waktu, inisiatif, ide, efisiensi kerja. Masukan dari kelompok untuk melakukan cross-check informasi sebelum memulai kegiatan lain kali. Dari pihak sekolah menilai kinerja sudah cukup baik, semua bekerja, dan menjaga sopan-santun.

FORM EVALUASI

Jpeg

Jpeg

HASIL KEGIATAN

Berikut ini kami sertakan hasil kegiatan, berupa beberapa screenshot sebagai bukti telah melakukan input ke online form berdasarkan data yang dikumpulkan :

1. Monitoring KJP Siswa

 KJP SD 1 KJP SD 2 KJP SD 3

2. Validasi Pendidikan

Validasi Pendidikan sekolah SD Validasi Pendidikan sekolah SD 2

3. 8355 (Ada di sekolah tidak ada di dinas)

8355 sekolah SD

KESIMPULAN

Dari kegiatan pada hari ini, disimpulkan bahwa komunikasi sangat penting, dan jaringan telah mempermudah untuk menemukan informasi. Maka dari itu, sangatlah penting bagi kita untuk menjaga privasi data, seperti data monitoring KJP, agar tidak jatuh kepada pihak-pihak yang ingin menyalahgunakan data tersebut. Miskomunikasi akan membawa masalah, sehingga harus di cross-check setiap kali mendapatkan informasi.

Dari hasil sementara ini, disimpulkan bahwa siswa-siswi SD yang memiliki KJP cukup mengetahui mengenai distribusi KJP (terutama dikarenakan kebanyakan orang tua yang mengurus), cukup mengetahui penggunaan KJP, dan data asetnya sesuai dengan syarat penerima KJP.

Dalam 8355, terdapat 1 siswa yang namanya ada di sekolah namun tidak ada di data dinas, hal ini dikarenakan data dari dinas adalah data siswa baru, sedangkan siswa ini tidak naik kelas, sehingga datanya ada di sekolah namun tidak terdapat di data dinas.

KEGIATAN SELANJUTNYA

Hal yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan monitoring KJP untuk data yang kurang (8 anak) dan monitoring KJP sekolah.

INFORMASI JUMLAH PESERTA

Jumlah peserta : 7 anggota kelompok beserta 22 siswa-siswi dari SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG

CB 4 Professional Development – Day 2

MONITORING KJP DAN 8355 DALAM PENERAPAN CHARACTER BUILDING PROFESSIONAL DEVELOPMENT BERSAMA TEACH FOR INDONESIA

logo-binus

11425145_1111913795492247_3367773743314813042_n

Kelas : LE01
Dosen : Lelo Yosep Laurentius, S. S, M. M.
Waktu : Jumat, 23 Oktober 2015
Pukul : 09.00 – 11.00
Lokasi : SMK Negeri 38 Jakarta
PIC : Pak Bagus Arisanto

Tim yang hadir:
Ketua: Agustinus Kevin Pongoh (1701312880)
Anggota:

  1. Riyn Winesdyo Winarko (1701292866)
  2. Ayu Nastiti S (1701306801)
  3. Martinus (1701292102)
  4. Dirga Sulinanda (1701291415)
  5. Surja Agatha (1701295517)
  6. Ricky Sutanto (1701314583)

Tim yang tidak hadir: 

SMK day 2
Dari kiri ke kanan :
Ricky Susanto, Surja Agatha, Dirga Sulinanda, Riyn Winesdyo, Pak Bagus Arisanto, Bu Suswati, Bu Elin, Ayu Nastiti, Martinus, Agustinus Kevin

Laporan Kegiatan

Dalam profesi sebagai seorang profesional, tentu kita harus memiliki prinsip-prinsip etika profesi. Prinsip ini mencakup prinsip tanggung jawab, hormat terhadap hak orang lain, prinsip otonomi dan prinsip integritas. Bertanggungjawab disini memiliki dua arah : bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang kita lakukan dan terhadap hasilnya, dan bertanggungjawab terhadap dampak pekerjaan kita pada kehidupan orang lain, saat ini atau kemudian. Sebagai seorang yang profesional diharuskan untuk menghormati dan mempertimbangkan hak orang lain, yang bisa dikatakan sebagai tuntutan keadilan. Kita juga harus bisa bebas tanpa terpengaruh orang lain dalam melaksanakan profesinya. Profesional pasti memiliki komitmen pribadi untuk menjaga keluhuran profesinya, nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain atau masyarakat.

Pada hari Jumat, 23 November 2015 kami tiba di sekolah SMK Negeri 38 Jakarta, dengan agenda utama yaitu wawancara KJP pihak sekolah dan melakukan validasi data : validasi pendidikan, perbaikan UN, dan 8355. Kami disambut oleh kepala sekolah, dan ditempatkan di ruangan kepala sekolah. Lalu kami melakukan komunikasi pada pihak sekolah mengenai data apa saja yang ingin kami validasi. Disini kami dibantu oleh Bu Elin dan Pak Bagus Arisanto untuk mendapatkan datanya.

Dalam bekerja untuk memasukkan data, melakukan validasi data, dan wawancara KJP pihak sekolah, tim dibagi menjadi 4. Dua orang (Riyn dan Ayu) melakukan wawancara KJP ke wali kelas. Dua orang (Surja, Dirga) melakukan setengah pengecekan 8355 (mengingat datanya cukup banyak, sekitar 9 lembar), Dua orang (Ricky dan Martinus) melakukan setengah pengecekan 8355, dan saya melakukan validasi data pada validasi pendidikan dan perbaikan UN. Dengan pembagian seperti ini, pekerjaan selesai dengan cukup cepat, hanya untuk 8355 dicek lebih dari 3 kali agar datanya akurat. Disini ditemukan satu siswi yang datanya ada di data dinas tetapi tidak ada di data sekolah dikarenakan pada proses seleksi masuk SMK tahap 2, siswi ini mengundurkan diri.

Berdasarkan kinerja kelompok menurut pihak sekolah sudah efektif dan cukup baik. Kelompok juga menjaga sopan santun dan berpakaian sopan dan rapi, menggunakan jaket almamater. Menurut kami, semua anggota kelompok hampir sama, memiliki kedisiplinan waktu, memiliki inisiatif dan ide-ide yang mudah diterapkan saat terjadi kondisi tertentu, serta memiliki etika yang baik.

FORM EVALUASI

Jpeg
Jpeg

HASIL KEGIATAN

Berikut ini kami sertakan hasil kegiatan, berupa beberapa screenshot sebagai bukti telah melakukan input ke online form berdasarkan data yang dikumpulkan :

 Validasi Pendidikan sekolah SMK 1 Validasi Pendidikan sekolah SMK 4 Validasi Pendidikan sekolah SMK 3 Validasi Pendidikan sekolah SMK 2 KJP sekolah SMK 2 KJP sekolah SMK 1

 

8355 sekolah SMK

KESIMPULAN

Dari Kegiatan ini kami dapat belajar bagaimana berhadapan langsung dengan pihak sekolah dengan menggunakan etika yang sopan, agar pihak sekolah bisa menerima dengan baik kedatangan kami untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang kami lakukan di SMK Negeri 38 Jakarta, dan melakukan kerja sama dalam melakukan validasi data, terutama data validasi pendidikan, 8355, dan data perbaikan UN, agar hasil yang didapat akurat, dengan tetap memperhatikan teori prinsip etika profesi, yaitu tanggungjawab, menghormati hak orang lain, otonom, dan integritas.

Dari hasil monitoring  KJP dari pihak sekolah, pendataan dan pendistribusian KJP kepada siswa penerima KJP sudah sesuai prosedur, dan sekolah terbukti memiliki arsip struk pembelanjaan siswa KJP. Selain itu, sekolah juga memahami penggunaan KJP.

Dari hasil 8355, terdapat satu siswi yang tidak tercantum namanya di sekolah, karena berdasarkan bukti dan keterangan sekolah, siswi tersebut mengundurkan diri pada seleksi tahap 2, sehingga datanya walaupun masih ada di data dari dinas, tetapi di sekolah tidak ada.

KEGIATAN SELANJUTNYA

Hal yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan monitoring KJP di sekolah SDN Tanjung Duren Selatan 01 PG.

INFORMASI JUMLAH PESERTA

Jumlah peserta : 7 anggota kelompok beserta 2 orang dari pihak SMK Negeri 38 Jakarta

CB 4 Professional Development – Day 1

MONITORING KJP DAN 8355 DALAM PENERAPAN CHARACTER BUILDING PROFESSIONAL DEVELOPMENT BERSAMA TEACH FOR INDONESIA

logo-binus

11425145_1111913795492247_3367773743314813042_n

Kelas : LE01
Dosen : Lelo Yosep Laurentius, S. S, M. M.
Waktu : Rabu, 21 Oktober 2015
Pukul : 09.00 – 11.00
Lokasi : SMK Negeri 38 Jakarta
PIC : Pak Kusdiyono

Tim yang hadir:
Ketua: Agustinus Kevin Pongoh (1701312880)
Anggota:

  1. Riyn Winesdyo Winarko (1701292866)
  2. Ayu Nastiti S (1701306801)
  3. Martinus (1701292102)
  4. Dirga Sulinanda (1701291415)
  5. Surja Agatha (1701295517)
  6. Ricky Sutanto (1701314583)

Tim yang tidak hadir: 

1445430396821
Dari kiri ke kanan :
Dirga Sulinanda, Surja Agatha, Riyn Winesdyo, Pak Kusdiyono, Agustinus Kevin, Ricky Susanto, Ayu Nastiti, Martinus

Laporan Kegiatan

Menurut Spinello, yang dimaksudkan dengan manfaat adalah apa yang membawa kebahagiaan. Suatu perbuatan akan dianggap bermanfaat bila perbuatan tersebut mendatangkan kebahagiaan. Kebahagiaan tersebut jika dinikmati oleh sebagian besar orang, maka perbuatan tersebut dikategorikan sebagai perbuatan etis.

Kami berangkat pada pukul 9 pagi menuju SMK 38 Jakarta untuk melakukan wawancara terhadap siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Saat itu kami bertemu dengan pak Kusdiyono dari bagian kesiswaan. Beliau begitu kooperatif dalam membantu pelaksanaan kegiatan kami. Kami Berdiskusi sebentar untuk mengatur tempat yang bisa dipakai untuk melakukan wawancara serta untuk memanggil 31 siswa peserta KJP yang akan diwawancarai.

Tim kami dibagi menjadi 3 tim kecil yang masing-masingnya terdiri dari 2 orang, dan satu orang lainnya, Ricky Susanto, mendapatkan tugas untuk melakukan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan. Tiap tim kecil mendapatkan ruangan untuk wawancaranya masing-masing. Riyn Winesdyo dan Martinus melakukan wawancara di ruang BK; Agustinus Kevin dan Dirga Sulinanda melakukan wawancara di perpustakaan; serta Ayu Nastiti dan Surja Agatha melakukan wawancara di ruang guru .

Wawancara terlaksana dengan baik. Semua peserta KJP juga kooperatif karena mau menjawab setiap pertanyaan yang kami berikan kepada mereka. Dari jawaban yang mereka lontarkan kepada kami, sebagian besar dari mereka menginginkan program KJP dapat terus dilakukan dan program ini diharapkan terus menjadi lebih baik setiap tahunnya. Ada pula yang meminta agar dana KJP yang diberikan dapat dicairkan agar mereka bisa melakukan pembelian dari dana tersebut kapan saja dan dimana saja. Hal yang paling utama mereka butuhkan dari dana KJP ini adalah dana untuk ongkos kendaraan mereka untuk pulang dan pergi sekolah.

Berdasarkan kinerja kelompok menurut pihak sekolah sudah cukup baik dan terorganisir. Kelompok juga menjaga etika, sopan santun, dan berpakaian rapi, serta menggunakan jaket almamater. Menurut kami, semua anggota kelompok hampir sama dari segi kedisiplinan waktu, memiliki inisiatif, serta memiliki etika dan sopan santun yang baik.

FORM EVALUASI

20151113003516

Jpeg

HASIL KEGIATAN

Berikut ini kami sertakan hasil kegiatan, berupa beberapa screenshot sebagai bukti telah melakukan input ke online form berdasarkan data yang dikumpulkan :

1447350384835 1447350364246 1447350377613

KESIMPULAN

Dengan menerapkan perbuatan etis, kami berusaha untuk melakukan wawancara dengan cara yang etis, sehingga kegiatan wawancara dapat terlaksana dengan baik.

Dari hasil monitoring KJP, siswa mendapatkan KJP sesuai dengan prosedur, dapat mengerti batasan-batasan penggunaan KJP, dan aset-aset yang dimiliki siswa sesuai dengan persyaratan penerima KJP. Saran yang paling banyak adalah agar KJP bisa diambil secara tunai, karena untuk masalah seperti mencetak laporan, mencari data di internet, sistem yang sekarang tidak memungkinkan mencetak laporan dan mencari data di internet menggunakan dana KJP karena warnet dan tempat percetakan tidak menyediakan fasilitas gesek kartu (mesin EDC). Selain itu, untuk transportasi umum seperti metromini, ojek, angkot tentu juga tidak menyediakan fasilitas EDC.

KEGIATAN SELANJUTNYA

Hal yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan pendataan KJP pihak sekolah, verifikasi 8355, verifikasi validasi pendidikan, dan verifikasi data perbaikan UN.

INFORMASI JUMLAH PESERTA

Jumlah peserta : 7 anggota kelompok beserta 30 siswa KJP yang diwawancara